Aku, dengan headphone yang terpasang di telingaku, camera DSLR yang selalu menggantung di leherku, serta buku novel yang selalu ku bawa untuk ku baca di kala suasana seperti ini.
Minggu pagi selalu menjadi objek foto yang menakjubkan. Puas rasanya mendapatkan foto-foto dimana segerombolan remaja dengan pakaian santainya berlari bersama, tertawa, saling ledekan dan ya, sekelumit kegiatan remaja yang memang menyenangkan. Atau kakek dan nenek dengan tongkat kayu tuanya, berjalan bersama dengan santai, tak lupa seulas senyum menghiasi bibir tua mereka. Damai.
Kegiatan ini ku lakukan sendiri setiap minggunya. Sempat terpikir oleh ku, sendiri? hingga kapan?
Kegiatan ini ku lakukan sendiri setiap minggunya. Sempat terpikir oleh ku, sendiri? hingga kapan?
***
Pukul 10.30 pagi. Matahari mulai naik, panas mulai terasa. Perutku yang sedari tadi belum ku isi sudah memberi sinyalnya. Lapar. Bubur ayam adalah sarapan favoritku. Secepatnya kakiku melangkah menuju gerobak sederhana mamang bubur ayam langganan ku. Seperti biasa, senyum ramah mang joni ramah menyambutku. Tanpa menyebutkan pesanan, mang joni sudah menyuguhkan semangkuk mie ayam plus ekstra kedelai. Like ussual, mang joni sudah hafal.
Puas menyantap bubur ayam ku, aku pun pergi setelah membayar bubur ku. Sedang asyiknya berjalan, aku merasa ada yang janggal. Camera. Dimana camera ku yang selalu ku gantung di leherku? Panik, aku kembali ke warung bubur ayam kang joni. Ternyata tidak ada di sana. Aku semakin bingung. Camera itu, di sana tersimpan begitu banyak foto yang belum ku sortir ke laptop ku. Foto sangat berharga untukku. Tak sadar, air mata ku pun menetes.
Puas menyantap bubur ayam ku, aku pun pergi setelah membayar bubur ku. Sedang asyiknya berjalan, aku merasa ada yang janggal. Camera. Dimana camera ku yang selalu ku gantung di leherku? Panik, aku kembali ke warung bubur ayam kang joni. Ternyata tidak ada di sana. Aku semakin bingung. Camera itu, di sana tersimpan begitu banyak foto yang belum ku sortir ke laptop ku. Foto sangat berharga untukku. Tak sadar, air mata ku pun menetes.
"Sory, ini punya lo?" tanya seorang pria tak ku kenal. "ya, ini punya gw, dapet dimana? dari tadi gw nyari ga ketemu." jawab ku antusias. Yap, itu camera ku yang sedari tadi ku cari. "Tadi ketinggalan di warung bubur ayam di sana." jawabnya dengan senyum, membuatnya terlihat ramah. "oh ya? tengkyu ya. Btw, tau dari mana ini punya gw?" tanya ku dengan tergesa. "tadi gw duduk di sebelah lo kok, tapi lo buru pergi, ga sadar kayanya camera lo ketinggalan." Dengan muka merah aku hanya bisa tersenyum karena kecerobohanku sendiri.
BERSAMBUNG