Jumat, 19 Juli 2013

MEMBENCI



Benciku meruak kelam ingatan lalu
tak tahu kemana akan pergi
menyusup lorong - lorong yang tak tahu ujung
Hey, siapa yang ingin membenci?
Aku juga tak mau memiliki ini
damai ini terusik hingga rasa buruk itu datang
Aku tak tau salahmu, kurasa kau juga
tapi kenapa aku muak melihat senyum yang kata mu manis itu
maaf kan aku membenci atas hal yang tak ku tau pasti
tapi ya, siapa yang ingin membenci?

Minggu, 16 Desember 2012

hey, call him fulloh


Namanya Muhammad Syaifullah, orang - orang terdekatnya biasa memanggilnya fulloh. Dia adalah anak berumur 5 tahun yang sehari - harinya berada di lampu merah dago untuk menjajakan cobek kepada para pengguna jalan agar bisa menyuap butiran butiran nasi untuk memenuhi kebutuhannya. Fulloh masih bersekolah di sekolah PAUD didekat rumahnya yang berada di padalarang. Padalarang? Iya, setiap harinya fulloh memang harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk menjajakan cobek yang dijualnya. Dari rumah fulloh bersama ibu dan kakaknya menaiki angkutan umum sampai stasiun, naik kereta hingga bandung, lalu dengan bis kota menuju dago.

cobek yang dijajakannya sangat berat untuk tubuh semungil itu. dan itu dilakukannya setiap hari, sepulang sekolah hingga malam. Menyedihkan! tapi begitulah kehidupan.
hey, itu adi. kakak sepupunya fulloh. mereka biasanya bertemu di dago untuk mencari nafkah bersama. Adi tinggal di sukajadi dengan neneknya fulloh.

Fulloh dan adi yg akrab. i love this pict so much. Mereka terlihat senang :)

hey fulloh, you're so inspire me! Tetaplah tertawa lepas fulloh. Hidup yang sulit harus dihiasi dengan senyum ikhlas dan tawa bahagia agar beban terasa ringan. Semua akan di mudahkan tuhan jika kau ikhlas kan fulloh :)

Rabu, 31 Oktober 2012

Photography is painting light "digital imagine"


PENGERTIAN

Sebuah gambar digital adalah representasi numerik (biasanya biner) dari gambar dua dimensi. Tergantung pada apakah resolusi gambar adalah tetap, mungkin dari vektor atau jenis raster. Tanpa kualifikasi, yang "citra digital" Istilah biasanya mengacu pada gambar raster juga disebut gambar bitmap.

KEBERADAAN GAMBAR DIGITAL

Gambar digital adalah suatu gambar yang tercipta dikarenakan gambar tersebut diambil menggunakan kamera digital seperti kamera DSLR, kamera pocket dan gadget yang menggunakan kamera lainnya. Gambar digital bisa di simpan dan dipindahkan ke dalam bentuk memery digital, baik dalam laptop maupun memory kamera digital dan alat penyimpan data lainnya. Gambar digtal juga bisa di edit atau diubah menggunakan aplikasi - aplikasi yang sekarang telah banyak macamnya.

Sejarah digital imaging

Digital imaging dikembangkan pada 1960-an dan 1970-an, terutama untuk menghindari kelemahan operasional kamera film, untuk misi ilmiah dan militer termasuk program-11 KH. Sebagai teknologi digital menjadi lebih murah dalam beberapa dekade kemudian diganti metode film lama untuk berbagai tujuan.
Gambar digital pertama diproduksi pada tahun 1920, oleh sistem kabel transmisi gambar Bartlane. Penemu Inggris, Harry G. Bartholomew dan Maynard D. McFarlane, mengembangkan metode ini. Proses terdiri dari "serangkaian negatif tentang tempat-tempat seng yang terbuka untuk berbagai panjang waktu, kepadatan bervariasi sehingga menghasilkan,” .
Pada tahun 1927, Philo T. Farnsworth mendirikan televisi elektronik pertama. Televisi ini menggunakan tabung pemindaian elektronik serta sinar katoda tabung yang bisa mengelola dan menampilkan gambar yang berbeda. Pada tahun 1957, Russell Kirsch menghasilkan perangkat yang dihasilkan data digital yang dapat disimpan dalam komputer. Ini dimungkinkan oleh nya penggunaan scanner drum dan tabung photomultiplier.
Berbagai jenis ide pemindaian adalah dasar dari desain pertama dari kamera digital. Kamera pertama butuh waktu lama untuk menangkap gambar dan tidak ideal untuk keperluan konsumen. Ia tidak sampai perkembangan CCD (charge-coupled device) bahwa kamera digital benar-benar lepas landas. CCD menjadi bagian dari sistem pencitraan yang digunakan dalam teleskop, kamera digital pertama hitam dan putih dan perekam video pada 1980-an. Warna akhirnya ditambahkan ke CCD dan merupakan dasar dari warna yang ada di kamera yang kita gunakan saat ini.

PEMBUATAN GAMBAR DIGITAL

Digital imaging memiliki kemampuan memproduksi surealistik, keluar dari dunia ini, belum sepenuhnya gambar dipercaya. Teknologi di belakang sebuah foto yang khas dan gambar digital sangat berbeda dari satu sama lain. Fotografi yang berbasis film mengandung, "sejumlah reaksi kimia untuk menghasilkan cetakan atau transparansi,". Sedangkan, gambar digital dikaitkan dengan, "yang menangkap gambar, meng-upload ke komputer, memanipulasi, dan akhirnya keluaran gambar selesai,". Proses digital imaging dimulai dengan akuisisi gambar elektronik atau fotografi. Terlepas dari jenis gambar, setelah diambil, maka harus dikonversi ke data digital. Data digital ini kemudian dimasukkan ke komputer, di mana kualitas gambar profesional diproduksi. Digital imaging bisa dibuat dari, "membayangkan benda jangkar" untuk "menekuk, memutar, meregangkan dan memutarbalikkan benda-benda fisik dengan cara kartun,". Setelah di tangan mesin yang kuat, seperti komputer, digital imaging memiliki kemungkinan tak terbatas.
Menurut Grotta, setiap pixel dapat diubah, dipindahkan atau dihapus, dan itu adalah intisari dari apa yang digital imaging tersebut.
Langkah besar telah dilakukan di bidang digital imaging. Negatif dan eksposur telah menjadi konsep asing bagi banyak orang, seperti gambar digital pertama di 1920 adalah fajar peralatan lebih murah, semakin kuat namun perangkat lunak sederhana, dan pertumbuhan Internet.
Kemajuan konstan dan produksi peralatan fisik dan hardware yang berkaitan dengan digital imaging telah dilakukan lingkungan sekitar lapangan. Dari kamera dan Webcam untuk printer dan scanner, perangkat keras menjadi lebih ramping, lebih tipis, lebih cepat, dan lebih murah. Sebagai biaya menurun peralatan, pasar untuk penggemar baru melebar, yang memungkinkan lebih banyak konsumen untuk mengalami getaran menciptakan gambar mereka sendiri.
Tapi itu bukan hanya peralatan pencitraan yang menjadi lebih maju. Laptop pribadi, desktop keluarga, dan komputer perusahaan dibebani untuk menangani hardware kualitas terbaik dan perangkat lunak. Komputer adalah mesin yang lebih kuat dengan peningkatan kapasitas untuk menjalankan program dari perangkat lunak pencitraan jenis-terutama digital. Dan perangkat lunak yang dengan cepat menjadi baik cerdas dan sederhana. Meskipun fungsi pada program saat ini mencapai tingkat editing yang tepat dan bahkan render gambar 3-D, antarmuka pengguna yang dirancang untuk menjadi ramah untuk pengguna tingkat lanjut serta pertama kali penggemar.
Akhirnya, pentingnya Internet untuk digital imaging tidak dapat diabaikan. Sebuah tanah yang sempurna untuk mengedit, melihat, dan berbagi foto digital dan grafis, terus meningkat pertumbuhan Internet dan popularitas pada gilirannya memberikan kesuksesan yang sama untuk bidang digital imaging. Sebuah menelusuri cepat di seluruh web dengan mudah dapat muncul karya seni grafis dari seniman pemula, foto berita dari seluruh dunia, gambar perusahaan produk dan layanan baru, dan banyak lagi. Internet telah jelas membuktikan dirinya katalis dalam mendorong pertumbuhan digital imaging.

PENGOLAHAN GAMBAR DIGITAL 

Pada tahun 1960 teknik gambar digital pengolahan pertama kali digunakan dalam industri kertas baru. Banyak teknik pengolahan citra digital, atau pengolahan gambar digital seperti yang sering disebut, dikembangkan pada tahun 1960 di Jet Propulsion Laboratory, Massachusetts Institute of Technology, Bell Laboratories, University of Maryland, dan fasilitas beberapa penelitian lainnya, dengan aplikasi untuk satelit, konversi citra kawat-foto standar, pencitraan medis, videophone, pengenalan karakter, dan peningkatan foto. biaya pengolahan cukup tinggi, namun, dengan peralatan komputasi masa itu. Yang berubah pada 1970-an, saat pengolahan gambar digital berkembang biak sebagai komputer murah dan hardware khusus menjadi tersedia. Gambar kemudian dapat diproses secara real time, untuk beberapa masalah khusus seperti konversi televisi standar. Sebagai tujuan umum komputer menjadi lebih cepat, mereka mulai mengambil alih peran perangkat keras khusus untuk semua tapi operasi yang paling khusus dan komputer-intensif.
Dengan komputer cepat dan prosesor sinyal yang tersedia dalam pengolahan, citra 2000 digital telah menjadi bentuk yang paling umum dari pengolahan citra dan umumnya, digunakan karena tidak hanya metode yang paling serbaguna, tetapi juga yang termurah.
Teknologi pengolahan citra digital untuk aplikasi medis dilantik ke dalam Hall Space Yayasan Teknologi of Fame pada tahun 1994.
Sebuah foto digital dapat dibuat langsung dari adegan fisik oleh kamera atau perangkat serupa. Atau, gambar digital dapat diperoleh dari gambar yang lain dalam media analog, seperti foto, film fotografi, atau kertas cetak, oleh pemindai gambar atau perangkat serupa. Banyak gambar-teknis seperti yang diperoleh dengan tomografi peralatan, side-scan sonar, atau radio teleskop-sebenarnya diperoleh dengan proses yang kompleks non-data citra. Peta radar cuaca seperti yang terlihat di berita televisi adalah contoh umum. The digitalisasi analog data dunia nyata dikenal sebagai digitalisasi, dan melibatkan sampling (diskritisasi) dan kuantisasi.
Akhirnya, gambar digital juga dapat dihitung dari model geometris atau rumus matematika. Dalam hal ini sintesis Nama foto yang lebih tepat, dan lebih sering dikenal sebagai rendering.
Otentikasi citra digital adalah masalah untuk penyedia dan produsen gambar digital seperti organisasi perawatan kesehatan, lembaga penegak hukum dan perusahaan asuransi. Ada beberapa metode yang muncul dalam fotografi forensik untuk menganalisis gambar digital dan menentukan apakah itu telah diubah.
Pengolahan citra digital adalah penggunaan algoritma komputer untuk melakukan pemrosesan gambar pada gambar digital. Sebagai subkategori atau bidang pemrosesan sinyal digital, pengolahan gambar digital memiliki banyak keuntungan dibandingkan pengolahan citra analog. Hal ini memungkinkan rentang yang lebih luas dari algoritma yang akan diterapkan pada data input dan dapat menghindari masalah seperti membangun-up dari kebisingan dan distorsi sinyal selama pemrosesan. Karena gambar didefinisikan lebih dari dua dimensi (mungkin lebih) pengolahan gambar digital dapat dimodelkan dalam bentuk sistem multidimensi.

Contoh



Sabtu, 11 Februari 2012

pin hole black hole

Tidak banyak orang mengenal istilah pin hole atau camera lubang jarum. Zaman sekarang para pecinta photography lebih mengenal camera dslr dan camera pocket yang pada dasarnya adalah camera berbentuk digital. Sesuai kemajuan
teknologi, camera mempunyai berbagai macam bentuk dan jenis. Camera digital adalah camera paling umum digunakan, yang bisa dihapus dan di replace dengan mudah.
Pin hole, atau camera lubang jarun tidak demikian, dengan proses panjang, pengambilan yang rumit, pencucian foto di ruang dark room, dan insting pengaturan pengambilan foto, barulah bisa menghasilkan sebuah gambar sederhana yang hanya memiliki 2 warna, hitam dan putih.
Menurut saya ini cukup menantang, karna waktu yang di butuhkan lebih lama dan proses panjang yang menarik untuk menghasilkan sebuah foto yang berkualitas.

berikut share foto saya

ini adalah gambar camera lubang jarum yang dapat dibuat sendiri.
bisa menggunakan karto tebal seperti gambar diatas, bisa menggunakan kaleng bekas atau menggunakan kardus.
yang penting media yang digunakan haruslah kedap cahaya, karen kertas foto sangat mudah terbakar jika terkena cahaya sekecil apapun.



Foto di atas menjelaskan bahwa dalam camera lubang jarum terjadi pencerminan. Foto nomer 4 adalah foto yang seharusnya, seperti kita menggunakan sebuah camera modern. Sedangkan pada camera lubang jarum, foto yang kita dapatkan adalah foto nomer 3. memang terbalik dari yang seharusnya.


Foto di atas menjelaskan bahwa foto yang didapat dari camera lubang jarum adalah foto pada gambar 1, jika ingin melihat foto sesungguhnya tingga di edit dengan efek negative. Ini dikarenakan hasil foto masih berbentuk negative foto, bukan foto sebenarnya. Foto yang didapatkan tinggal discan atau dipindai lalu di beri efek negative agar foto terlihat lebih nyata.

Foto menggunakan camera lubang jarum akan terkesan lebih artistik atau bernilai seni jika sedikit diberi aksen dengan cara mengedit. Foto di atas adalah hasil dari editan saya.

dan ini adalah hasil foto lainnya

















Fatma Eka Puteri

Senin, 30 Januari 2012

my destination is YOU

Cinta memang selalu menjadi misteri di setiap kehidupan manusia, kapan dia kan datang, kapan dia kan pergi, kapan dia kan menyapa, dan kapan dia kan lenyap, tituidak ada yang tau waktu pastinya.
Semua orang saya rasa penasaran akan cinta yang kan menemaninya hingga akhir hembusan nafasnya. itulah cinta. Dibutuhkan perjuangan yang sulit dan pengorbanan yang besar untuk mendapatkan milik kita, hak kita.
perjalanan cinta saya pun begitu. 3 kali menjalin hubungan dengan jangka waktu lumayan lama membuuat saya sadar kalau cinta memang suatu pencarian yang panjang.
pertama, kelas 9 sekolah menengah saya mendapatkan cinta dari anak lelaki yang lumayan tampan dan sangat baik, setelah 3 tahun kami menjalin hubungan dan berakhir.
kedua, dengan seorang kakak kelas yang memang populer di sekolah. awalnya saya biasa saja melihatnya bermain gitar dengan suara serak menawan itu d depan semua siswa dan guru, tapi lama kelamaan, pesonanya mulai menggodaku. hingga akhirnya kami memulai hubungan cinta sekitar 10 bulan kurang lebih.
kedua hubungan cinta saya berakhir dengan alasan yang sama, mereka tidak bisa membagi waktu, terlalu sibuk, dan berbagai macam alasan klasik yang memang saya tak mau memperpanjangnya. walaupun hingga kini kami baik2 saja.
sekarang, saya menemukan seseorang yang menurutku berbeda dari mereka. dia beda! saya belum memutuskan menjalin hubungan serius dengannya, diapun juga tidak memaksakan untuk itu, kami masih nyaman begini, dan semoga dialah pencarian terakhirku :)

Rabu, 14 Desember 2011

The girl and her photograph II

“Oke, fine! Kalo emang itu yang kamu mau, aku ngertiin kamu! Aku udah ga bisa kaya gini terus, aku udah ga bisa menolerir lagi semua kesibukan kamu! Aku nyerah.” Teriakku dengan nada yang tinggi. “Kamu ga harus ngertiin aku, aku cuma butuh waktu untuk menenangkan fikiranku, aku bingung, aku ga tau harus kaya gimana ke kamu, ke tugas aku.” Suaranya membalas teriakanku. “lalu apa? Aku ga cukup buat nenangin fikiran kamu? Aku malah bikin otak kamu semakin penuh dan meledak? Aku nyusahin kamu gitu? Terus untuk apa aku jadi pacar kamu?” amarahku semakin memuncak. “Aku ga ngerti maksud kamu apa. Aku cuma ingin sendiri, kita putus bukan berarti kita juga putus komunikasi kan? Kamu tetap bisa menghubungi aku, atau sebaliknya.” Dengan nada suara yang selalu berhasil membuatku luluh. “iya, maaf aku emang ga pernah bisa ngertiin kamu. Sori, aku juga ga bisa. Bye!”

Aku terbangun dari mimpi burukku yang akhir – akhir ini selalu mengganggu tidur nyenyak ku. Kejadian ini selalu teringat. Mimpi buruk yang sebenarnya telah setahun berlalu. Ya, mimpi ini adalah kejadian masa laluku yang selalu ingin ku hapus dari ingatanku. Kadang aku berfikir, andai saja aku bisa meminjam alat penghapus ingatan dalam film MIB, mungkin malam – malamku akan kembali indah dan aku bisa menemukan lelaki yang bisa menghiasi hari – hariku dengan cinta. Tak seperti saat ini. Ya, hanya harapan kosong yang entah kapan akan menjadi nyata.

Hujan! Langkahku terhenti di lobi sebuah pusat perbelanjaan sekitar kompleks rumahku. Sore itu aku bermaksud membeli beberapa cemilan, persediaan makanan kecil karena aku baru membeli beberapa kaset film yang terlihat seru. Ya beginilah malam minggu seorang jomblo. Hanya dengan beberapa makanan ringan, sebotol soft drink, dan tentu tontonan menarik. Sedihnya, akhir minggu ini keluargaku ikut ayah ke puncak, acara kantor. Karena setiap keluarga hanya boleh membawa tiga orang anggota keluarga, jadi hanya adikku yang ikut. Aku, aku hanya tinggal di rumah bersama beberapa kaset film ini.

Hujan semakin deras. Sepertinya tidak mungkin aku berlari hingga rumah karena memang jaraknya yang cukup jauh. Tapi ini sudah semakin sore. Aku juga tidak melihat taksi sedari tadi. Akhirnya aku putuskan untuk menunggu sembari duduk di tangga lobi. Belum aku terduduk tiba – tiba ada seseorang menyodorkan payung untukku. Kaget, aku menoleh dan aku lebih terkejut ketika mengetahui si pemberi payung tersebut. “payung atau secangkir kopi?” tanya nya dengan senyum yang tulus. Masih kaget, aku pun menjawab dengan gelagapan “elo? gue... oke deh kopi lebih seru.”

Aku dan dia yang masih belum ku tau siapa namanya menuju coffeshop di dekat supermarket, mencari tempat duduk yang nyaman dan melihat – lihat daftar menu yang disodorkan weathrees saat kami tiba. “silakan, pesan apa?” tanya seorang pelayan dengan ramah. “chocolatte cream with granulle.” Jawab kami serempak. Pelayan itupun tersenyum melihat kami konyol, dan pergi mambawa catatan pesanan kami. Aneh, jarang ada orang yang memesan minuman seperti yang ku pesan tadi, karena memang tidak ada di daftar menu. Lalu, kenapa dia tau? Kenapa dia juga memesan jenis kopi yang sama denganku? Atau jangan – jangan dia mengenalku? Siapa dia sebenarnya?

Bersambung...

Minggu, 06 November 2011

A girl and her photograph

Lihat di sana, langit cerah tersenyum di temani awan yang menari di sekitarnya. Pagi itu rerumputan basah karna sang embun, dan para capung terbang agak rendah, berputar, dan berbelok sesukanya, seakan ingin memberi tau alam bahwa dia senang dengan cerahnya pagi. Aku yang hanya bersandar pada sebuah bangku di taman yang riuh ramai hanya memperhatikan sekitarku. Ada yang berlari kecil bersama pasangannya, kelihatan bahagia sekali. Anak kecil yang sibuk bermain pasir dengan sodara dan teman-temannya. Keluarga kecil yang tertawa lebar bersenda gurau. Terlalu banyak ekspresi bahagia mereka yang ku tangkap dari sini.
Aku, dengan headphone yang terpasang di telingaku, camera DSLR yang selalu menggantung di leherku, serta buku novel yang selalu ku bawa untuk ku baca di kala suasana seperti ini.
Minggu pagi selalu menjadi objek foto yang menakjubkan. Puas rasanya mendapatkan foto-foto dimana segerombolan remaja dengan pakaian santainya berlari bersama, tertawa, saling ledekan dan ya, sekelumit kegiatan remaja yang memang menyenangkan. Atau kakek dan nenek dengan tongkat kayu tuanya, berjalan bersama dengan santai, tak lupa seulas senyum menghiasi bibir tua mereka. Damai.
Kegiatan ini ku lakukan sendiri setiap minggunya. Sempat terpikir oleh ku, sendiri? hingga kapan?
***
Pukul 10.30 pagi. Matahari mulai naik, panas mulai terasa. Perutku yang sedari tadi belum ku isi sudah memberi sinyalnya. Lapar. Bubur ayam adalah sarapan favoritku. Secepatnya kakiku melangkah menuju gerobak sederhana mamang bubur ayam langganan ku. Seperti biasa, senyum ramah mang joni ramah menyambutku. Tanpa menyebutkan pesanan, mang joni sudah menyuguhkan semangkuk mie ayam plus ekstra kedelai. Like ussual, mang joni sudah hafal.
Puas menyantap bubur ayam ku, aku pun pergi setelah membayar bubur ku. Sedang asyiknya berjalan, aku merasa ada yang janggal. Camera. Dimana camera ku yang selalu ku gantung di leherku? Panik, aku kembali ke warung bubur ayam kang joni. Ternyata tidak ada di sana. Aku semakin bingung. Camera itu, di sana tersimpan begitu banyak foto yang belum ku sortir ke laptop ku. Foto sangat berharga untukku. Tak sadar, air mata ku pun menetes.
"Sory, ini punya lo?" tanya seorang pria tak ku kenal. "ya, ini punya gw, dapet dimana? dari tadi gw nyari ga ketemu." jawab ku antusias. Yap, itu camera ku yang sedari tadi ku cari. "Tadi ketinggalan di warung bubur ayam di sana." jawabnya dengan senyum, membuatnya terlihat ramah. "oh ya? tengkyu ya. Btw, tau dari mana ini punya gw?" tanya ku dengan tergesa. "tadi gw duduk di sebelah lo kok, tapi lo buru pergi, ga sadar kayanya camera lo ketinggalan." Dengan muka merah aku hanya bisa tersenyum karena kecerobohanku sendiri.



BERSAMBUNG